Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Ruku’, Sujud, Tahiyat, Salam dan Berdoa

Ruku’, Sujud, Tahiyat, Salam dan Berdoa

Ruku’


Ruku’lah seperti ruku’nya orang yang khusyu’ kepada Allah, yaitu orang yang hatinya senantiasa tunduk kepada Allah, sehingga tubuhnya ikut menunduk. Ruku’lah dengan sepenuh ruku’, dan jaga perasaanmu dari perasaan telah menjalankan perintahNya. Kamu sebenarnya tidak mampu menunaikan kewajibanNya kecuali dengan pertolonganNya. Kamu juga tidak akan mampu menggapai kampung yang diridlaiNya kecuali dengan rahmatNya. Kamu juga hakikatnya tidak mampu mencegah dari berbuat maksiat kecuali dengan pemeliharaanNya. Kamu juga tidak bisa selamat dari siksaNya kecuali dengan ampunanNya.

“Tidak seorang pun yang bisa masuk surga dengan amalnya,” kata Rasul.
“Tidak juga engkau, ya Rasul?!” tanya para sahabat.
“Tidak juga saya. Hanya saja Allah telah menggenangi saya dengan rahmatNya,” jawab beliau.

Sujud

Sujudlah kepada Allah seperti sujudnya orang yang tawadlu’ dan alim. Sujud orang seperti ini mengandung kesadaran bahwa dirinya diciptakan dari tanah yang setiap hari diinjak-injak seluruh makhluk. Ia tercipta dari setetes air mani yang setiap orang pasti jijik melihatnya. Jika seseorang memikirkan asalnya, merenungkan susunan tubuhnya yang berasal dari air yang hina dan debu, tentu ia semakin tunduk dan khusyu’ di hadapan Allah. Ia tentu akan berkata kepada dirinya, “Celakalah kamu, mengapa kamu mengangkat kepalamu dari sujudmu!” Allah telah menjadikan sujud sebagai sebab yang bisa mendekatkan diri kepadaNya. “Sujud dan dekatkanlah [dirimu kepada Tuhan]. ” (QS. Al ‘Alaq: 19). Barangsiapa dekat dengan Allah, maka ia jauh dari selainNya. Peliharalah sifat sujudmu dengan merenungkan ayat ini: "Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikanmu dan darinya Kami akan mengeluarkanmu pada kali yang lain." (QS. Thaha: 55).

Tahiyyat

Tahiyyat atau tasyahhud adalah pujian, di samping bisa diartikan syukur atas tambahnya keutamaan dan langgengnya kemuliaan Allah. Karena itu, keluarlah dari rasa mengaku-aku, dan jadilah hamba Allah yang baik dengan dibuktikan perbuatanmu yang taat. Dia telah menciptakanmu sebagai seorang hamba dan memerintahkanmu untuk menjadi hamba.

‘Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak [pula] bagi wanita yang mukmin memiliki (mengambil) pilihan tentang urusan mereka apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan.” (QS. Al Ahzab: 36).

"Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka.'’ (QS. Al Qashshash: 68).

Karena itu, laksanakan ibadah dalam keridlan dan dengan hikmahNya. Laksanakan ibadah sesuai dengan perintahNya. Hai alah shalawat kepada kekasihNya (Muhammad saw.) seinlah memujiNya. Sesungguhnya Dia mengantarkan cinta Rasul kepada cinta Allah, taat Rasul menuju ketaatan kepada Allah, dan mengikuti Rasul digiring untuk mengikuti Allah.

"Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka.'’ (QS. Al Qashshash: 68).

Karena itu, laksanakan ibadah dalam keridlan dan dengan hikmahNya. Laksanakan ibadah sesuai dengan perintahNya. Bacalah shalawat kepada kekasihNya (Muhammad saw.) setelah memujiNya. Sesungguhnya Dia mengantarkan cinta Rasul kepada cinta Allah, taat Rasul menuju ketaatan kepada Allah, dan mengikuti Rasul digiring untuk mengikuti Allah.

'Katakanlah, 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kamu.’” (QS. Ali ‘lmran:31).

“Barangsiapa mentaati Rasul, maka sungguh ia telah mentaati Allah. ” (QS. Al 80).

"Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu sesungguhnya mereka bajanji setia kepada Allah. ”(QS. Al Fath: 10).

Karena itu, Allah swt. memerintahkanmu membaca shalawat untuk Nabi Muhammad saw. "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."(QS. Al Ahzab:56). Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa membaca shalawat kepadaku satu kali saja, Allah membacakan shalawat untuknya dengan sebab bacaan shalawat itu sepuluh shalawat. dan memperlakukannya dengan keutamaan."

Kemudian setelah itu, Allah memerintahkan bekerja dengan kerja yang baik dan adil. "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi." (QS. Al Jumu’ah: 10). “Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan], kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap." (QS. Al Syarh: 7-8).

Salam

Salam adalah salah satu di antara nama-nama Allah yang dititipkan kepada makhlukNva agar maknanya dipakai untuk bergaul, bermasyarakat, dan bekerja. Jika kamu menginginkan keselamatan, maka selamatkanlah kawanmu dari kejahatan dirimu dan sayangilah orang yang tidak menyayangi dirinya sendiri. Sesungguhnya manusia hidup di antara berbagai macam cobaan. Ada yang dicoba dengan kenikmatan untuk dilihat apakah ia akan bersyukur kepada Allah. Ada pula yang diuji dengan kesengsaraan untuk diketahui apakah ia akan bersabar.

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya, lalu di-muliakanNya dan diberiNya kesenangan, maka ia berkata, 'Tuhanku telah memuliakanku.' Adapun bila Tuhannya mengujinya, lulu membatasi rezekinya, maka ia berkata, 'Tuhanku menghinakanku. 'Sekali-kali tidak [demikian]." (QS. Al Fajr: 15-17).

Ketahuilah, kemuliaan ada dalam ketaatan, bukan karena diuji dalam kenikmatan. Kehinaan dalam kemaksiatan, bukan karena diuji dalam kesengsaraan. Kenikmatan dan kesenangan sama-sama merupakan ujian. Sedangkan kemuliaan adalah derajat yang diberikan Allah kepada hamba-hambaNya yang mematuhi perintah-perintahNya dalam semua keadaan.

Berdoa

Jagalah etika berdoa. Renungkanlah, terhadap siapakah kamu berdoa, bagaimana kamu berdoa, mengapa kamu berdoa, dan mengapa pula kamu meminta? Doa adalah hakmu, sedangkan keterkabulannya hak Allah. Jika kamu belum memenuhi syarat-syarat doa, berarti kamu belum melaksanakan syarat-syarat dikabulkannya doa. Malik bin Dinar berkata, “Kamu menganggap lambat hujan, sedangkan saya menganggap lambat batu. Seandainya Allah tidak memerintahkan berdoa, tentu tetap wajib atas kita berdoa kepadaNya. Seandainya kita tidak mcmi liki syarat keterkabulan doa, tetapi ketika kita ikhlas dalam berdoa, maka diberi keutamaan kemustajaban."

"Katakanlah [kepada orang-orang musyrik], 'Tuhanku tidak mengindahkanmu melainkan kaluti ada ibadahmu."’ (QS. Al Furqan: 77).
Abu Yazid Al Busthanii pernah ditanya tentang ism Al A’zham (nama Allah yang paling agung), lalu dijawab, "Kosongkanlah hatimu dari selainNya, lalu berdoalah kepadaNya dengan namaNya yang mana saja yang kamu kehendaki." Yahya bin Mu’adz berkata, “Carilah pemilik nama (maksudnya nama-nama Allah).’" Rasulullah saw. bersabda, "Allah tidak mengabulkan doa dairi hati yang lalai. Jika kamu berhasil memurnikan (berdoa dengan ikhlas), maka bergembiralah dengan satu di antara tiga hal: mungkin kamu segera mendapatkan apa yang kamu minta, mungkin dianggap kecil [isi doa itu lalu] kamu [diberi Allah] yang lebih besar darinya, dan mungkin kamu dipalingkan dari suatu musibah yang seandainya ditimpakan kepadamu, pasti kamu binasa. Berdoalah kamu [seperti cara] doa orang yang minta perlindungan, bukan [seperti cara] doa orang yang memberi petunjuk.”

Diriwayatkan dari Rasulullah saw. yang bersabda, “Allah swt. berfirman, barangsiapa disibukkan dengan mengingatKu dari memintaKu, saya pasti memberinya lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang memintaKu.” Abu Al Husin Al Warraq berkata, “Saya berdoa kepada Allah sekali, lalu doaku dikabulkan, lalu saya lupa atas hajatku. Maka dari itu, jagalah hak Allah [yang wajib] atas dirimu dalam berdoa, dan janganlah kamu menyibukkan [dirimu] dengan bagianmu. Sesungguhnya Dia lebih mengetahui maslahahmu.”
Makna Kewajiban untuk Puasa, Zakat dan Haji

Makna Kewajiban untuk Puasa, Zakat dan Haji

Puasa
Jika kamu berpuasa, maka dengan puasamu niatkanlah untuk menahan nafsu dari syahwat. Sesungguhnya puasa merupakan peleburan kehendak nafsu. Dalam puasa terdapat kejernihan hati, pengurusan tubuh, ingat untuk berbuat baik kepada kaum fakir, berpaling ke hadirat Allah, bersyukur atas keutamaan-keutamaan yang telah diberikan Allah, dan meringankan hisab. Kenikmatan Allah dengan memberimu taufiq sehingga kamu mampu berpuasa adalah lebih agung daripada syukurmu atas kenikmatan itu. Kamu janganlah menuntut ganti atas puasamu.

Zakat
Setiap anggota badan wajib dizakati. Zakatnya hati adalah berfikir, yaitu memikirkan keagungan Allah, hikmah-hikmah-Nya, kekuasaan, hujjah, nikmat, dan rahmatNya. Zakatnya mata adalah digunakan untuk memandang alam dengan mengambil pelajaran darinya dan menjauhkannya dari pandangan bersyahwat. Zakatnya telinga adalah menyimak munajat kepada Allah. Zakatnya lidah adalah membicarakan sesuatu yang mendekatkan diri kepada Allah. Zakatnya tangan adalah menahannya dari berbuat jahat dan mengulurkannya untuk kebaikan. Zakatnya kaki adalah berjalan menuju kebaikan hati dan keselamatan agama.

Haji
Murid jika haji, sebaiknya menetapkan niatnya padarasa takut ditolak, melakukan persiapan seperti persiapan orang bepergian yang tidak akan  kembali; dan menjalin persahatan dengan baik. Ketika Ihrom, ia melepaskan semua atribut dan status keduniaan dari dirinya, menyucikan dirinya dari dosa dan memakai pakaian kebenaran dan kejujuran. Talbiyah yang diucapkan hakikatnya adalah jawaban atas undangan Allah Ihram yang dilakukannya hakikat adalah mengharamkan segala hal yang dapat menjauhkan dirinya dari allah. Ia kemudian thawaf dengan hatinya, memutari "kursi" kemuliaanNya. Dilanjutkan wuquf, yang maknanya adalah menjernihkan zahir dan batinnya Sa'i dengan berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwa esensinya adalah lari dari hawa nafsunya. ia tidak mengangan-ngangankan Allah dengan angan-angan yang tidak patut bagiNya. Lau di Arafah, ia mengakui kesalahan-kesalahannya.

Di Muzdalifah, ia semakin mendekatkan diri kepada Allah. Sewaktu melempar jumrah, yang dilempar adlaah "batu-batu" syahwat, kemudian menyembelih hewan korban sebagai lambang menyembelih hawa nafsunya, dan diakhiri mencukur bersih dosa-dosanya. Ia berjalan mengunjungi Baitullah untuk mengagungkan Pemiliknya. Ia bersedia mencium batu hitam (hajar aswad) karena pasrah dan ridha pada qadla'Nya. Setelah itu, ia thawaf wada' dengan mengucapkan selamat tinggal kepada apa-apa yang selain Allah.
Berfikir tentang Diri Sendiri

Berfikir tentang Diri Sendiri

Berfikirlah! Allah Swt. berfirman (yang artinya) "Bukankah telah datang kepada manusia satu waktu dari masa, sedangkan ia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut." QS. Al Dahr:1). Renungkanlah bagaimana keadaanmu. Ambil pelajaran atas dunia yang telah lewat, apakah masih ada yang tersisa. Kalau sekarang ada yang tersisa, itupun sama dengan yang telah berlalu, yaitu sama-sama dari air dan dicipta dengan air.
Rasulullah saw. bersabda, "Di dunia ini tidak ada yang tersisa kecuali balak dan fitnah." Nabi Nuh as. pernah di tanya, "Bagaimana kamu menemukan dunia, hai Nabi yang umurnya paling panjang?" Ia menjawab, "Saya menemukan dua pintu. Saya masuk dari pintu yang satu dan keluar dari pintu yang lain." Berfikir adalah pangkal kebaikan. Ia merupakan cermin yang dapat memperlihatkan kebaikan dan keburukannmu.

Dalam kitab Dalil Al Thalib ila Nahayah Al Mathalib, Syekh bin Ali bin Al Sakin berkata, "Seorang pencari yang bersungguh-sungguh jika ingin mengenakan pakaian kirqah (baju sufi yang terbuat dari wool), maka wajib baginya melepaskan pakaian yang dipakai sehari-hari. Jika sudah mengenakan pakaian kirqah, ia harus selalu menjaga dirinya dan terus menerus memperbaiki diri." Dikatakan pula bahwa yang pertama kali memakai pakaian sufi atau khirqah adalah Adam as dan Hawwa." Nabu Musa as, Isa as, dan Yahya as juga berpakaian khirqah. Nabi kita, Muhammad saw., yang merupakan seorang nabi yang paling mulia pakaian yang biasa dipakai adalah pakaian kumal yang harganya tidak lebih dari lima dirham. Karena itu, tidak boleh berpakaian sufi kecuali orang yang sudah bersih dari kotoran jiwa."

Hasan Al Basri berkata, "Telah sampai kepadaku suatu riwayat bahwa Nabi saw. bersabda Janganlah kalian berpakaian wool (khirqah) kecuali hati kalian bersih. "Sesungguhnya orang yang telah berpakaian wool, tetapi masih berkhianat dan menipu, maka Tuhan Maha Raja Yang menguasai langit membencinya. Jika suda berpakaian wool atau sufi, wajib baginya melaksanakan tugas-tugas yang maknanya tersimpan dalam huruf-hurufnya, yaitu tiga huruf (huruf Shad, Wawu dan Fa' yang kemudian membentuk kata shauf, yakni wool). Tugas-tugas yang terkandung dalam huruf shad adalah kebenaran, kejernihan, pemeliharaan, kesabaran, dan kebaikan. Tugas -tugas yang tersimpan dalam huruf wawu adalah sampai kepada Allah, menepati, dan menemukan. Tugas-tugas yang tersirat huruf fa' adalah kegembiraan dan kesedihan.

Jika pakaian sufi yang dikenakan adalah jenis muraqi' (pakaian tambal-tambalan), maka wajib baginya melaksanakan tugas-tugas yang tersirat dalam empat huruf muraqi, yaitu huruf mim, ra', qaf, dan 'ain. Tugas-tugas yang terdapat dalam huruf mim adalah ma'rifah, mujahadah, dan mudzillah (tawadhu', rendah hati, dan sangat sederhana). Tugas-tugas yang terkandung dalam huruf ra' adalah rahmah (kasih sayang), ra'fah (belas kasihan), riyadhah (prihatin) dan rahah (lapang dada), tugas-tugas yang terdapat dalam huruf qaf adalah qana'ah (puas), qurbah (mendekat Allah), kuat, dan berbicara yang benar. Tugas-tugas yang tersimpan dalam huruf 'ain adalah berilmu, beramal, rindu, dan beribadah. Nabi saw. pernah memerintahkan memakai pakaian muraqi' ketika berkata kepada 'Aisyah ra (yang artinya): "Jika batinmu (ingin) bertemu denganku, maka wajib atasmu duduk bersama kematian dan jangan mengganti pakaian sampai robek-robek."

Demikian uraian yang bisa desainer paparkan dengan mengambil dari buku Jalan Hidup Kaum Sufi karya Imam Al Gazali, semoga ada manfaatnya. Jika anda kurang paham silahkan bertanya kepada yang lebih ahli di sekitar Anda.
Keluar Rumah, Memasuki Masjid

Keluar Rumah, Memasuki Masjid

Keluar Rumah

Jika kamu keluar rumah menuju masjid, maka ketahuilah bahwa Allah mempunyai hak atas dirimu yang wajib kamu penuhi. Dari hal itu ketenangan, kewibawaan, dan mengambil pelajaran dari makhluk-makhluk Allah, yang baik maupun yang buruk, harus kamu lakukan.

“Dari perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (QS. Al Ankabut: 43).

Oleh sebab itu, tutuplah pandanganmu dari melihat sesuatu yang melupakan dan syahwat. Sebarkanlah salam, baik salam pertama maupun salam jawaban. Tolonglah orang yang minta tolong kepadamu jika urusannya adalah kebenaran. Perintahkanlah kebaikan dan cegahlah kemungkaran jika engkau memang mampu, dan berilah petunjuk orang yang sesat.

Memasuki Masjid

Jika telah sampai di depan pintu masjid, maka ketahuilah bahwa yang kamu tuju adalah “rumah" Dzat Maha Raja Yang Maha Agung. Tidak ada yang bisa menghadap kecuali orang yang suci dan tidak ada yang bisa naik kecuali orang yang ikhlas. Pikirkanlah dirimu. Siapakah kamu? Milik siapakah kamu? Dari mana asalmu? Untuk apa kamu hidup? Jika kamu telah memperbaiki dirimu untuk berkhidmah kepadaNya, maka masukilah kapal panggilan dan keamanan. Jika tidak, maka berhentilah di tempatmu. Hubungan telah terputus dan jalanmu tertutup. Jika Allah telah mengetahui dari hatimu bahwa kamu telah menghadap kepadaNya, berarti kamu telah diizinkan. Kamu menjadi kamu tanpa kamu. Allah merahmati hambaNya, memuliakan tamuNya, memberi orang yang meminta kepadaNya, dan tetap berbuat baik kepada orang yang berpaling dari-Nya, maka bagaimana dengan orang yang menghadap ke hadiratNya?

Pembukaan Shalat

Jika kamu telah menghadapkan wajahmu ke kiblat, maka menghadaplah dengan hatimu yang benar dan jujur. Ingatlah, berdirimu di hadapanNya seperti berdirimu pada hari pengadilan akhir. Berdirilah di atas kaki khauf dan raja'. Hapuskanlah hatimu dari memandang dunia dan makhluk. Tujukan semangat dan angan-anganmu kepadaNya karena Dia tidak akan menolak orang yang lari dariNva juga tidak menggagalkan orang yang meminta kepadaNya. .Jika kamu mengatakan, “Allah Akbar/ Allah Maha Besar”, maka ketahuilah bahwa Dia tidak membutuhkan khidmah dan dzikirmu, karena butuh merupakan sifat dasar makhluk, sedangkan Dia adalah Dzat Yang Maha Kaya dan tidak butuh pelayanan dan dzikir dari makhlukNya. Dia memberimu tugas-tugas yang hakikatnya untuk mendekatkanmu kepadaNya, untuk memperoleh ampunan dan rahmatNya, dan untuk menjauhkanmu dari murka dan siksaNya.


 

“Dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat taqwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat taqwa itu dan patut memilikinya. ” (QS. Al Fath: 26).

“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta pada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu. ” (QS. Al Hujarat: 7).

Oleh sebab itu, bersyukurlah kepada Allah karena Allah telah menjadikanmu orang yang ahli berkhidmah kepadaNya. “Dia adalah [Tuhan yang kita patut] bertaqwa [kepadaNya] dan berhak memberi ampun.” (QS. Al Muddatstsir: 56). Artinya, Dia adalah Tuhan yang mampu memelihara makhlukNva, lalu mengampuni orang yang bertaqwa kepadaNya.

Bacaan Al-Quran

Allah swt. berfirman [yang artinya]: “Apabila kamu membaca Al Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan pasrah kepada Tuhan mereka. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanya atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya denganNya.” (QS. Al Nahl: 98-100). “Sesungguhnya siapa yang menjadikannya (setan) pemimpin, maka ia pasti akan menyesatkannya.” (QS. Al Hajj: 4).

Itulah sebabnya, ingatlah janji Allah atas dirimu dalam wahyuNya. Renungkanlah bagaimana kamu membaca Kalam dan Kitab SuciNya, lalu bacalah dengan tertib dan pikirkanlah isinya. Pada waktu menemukan bacaan-bacaan yang berisi janji-janji, ancaman, contoh-contoh, nasihat-nasihat, perintah dan laranganNya, maka berhentilah untuk merenungkannya. Kita harus khawatir terhadap diri kita yang merasa sudah menegakkan hukum-hukum Allah, padahal sebenarnya kita lupa dan justru menyia-nyiakannya.
SEORANG IBU, ANAKNYA, DAN MUKJIZAT SHALAWAT

SEORANG IBU, ANAKNYA, DAN MUKJIZAT SHALAWAT


Artikel terdahulu telah di jabarkan tentang Etika Bershalawat kepada Nabi. Pada artikel ini kita akan melihat begitu dahyat dan itimewanya Shalawat.
Bukankah kisah-kisah keajaiban orang-orang yang berdoa dan berzikir dengan shalawat itu sudah banyak sekali?

Syahdan, ada seorang ibu yang memiliki anak yang sangat jahat, yang hari-harinya dilalui dalam lumuran dosa. Bertolak belakang dengan anaknya, sang ibu justru perempuan shalehah dan sangat menyadari anaknya seperti itu. Tentu saja, ia meny­uruh anaknya meninggalkan kebiasaan- kebiasaan buruknya dan kemudian berbuat kebajikan serta tidak berpindah lagi ke­pada kebiasaan buruknya tersebut.

Tetapi, anaknya tetap membandel. Ia tidak mau mengubah segenap laku jahat­nya. Ia tetap berbuat maksiat hingga ajal pun menghampirinya. Sang ibu berduka sekali melihat anaknya meninggal tanpa sempat bertaubat; dan ia tidak melihat satu sisi pun dari kehidupan anaknya yang bakal menyelamatkannya di hadapan Al­lah. Sang ibu tampaknya pasrah dengan nasib buruk yang akan dialami sang anak di dalam kubur.

Pada suatu malam, ketika ibu itu tertidur, ia bermimpi anaknya tengah disiksa oleh malaikat penjaga kubur. Maka bertambah dukalah sang ibu. Tetapi, benarkah anaknya disiksa? Ternyata, ketika sang ibu memimpi­kan anaknya lagi di lain kesempatan, ia me­lihat anaknya dalam rupa dan kondisi yang sebaliknya. Ia melihat anaknya diperlakukan dengan perlakuan yang sangat elok, tampak senang dan bahagia. Ibunya pun terheran-heran dan bertanya kepada sang anak, Apa gerangan yang membuatmu bisa diperlaku­kan seperti ini, padahal dulu semasa hidup engkau penuh lumuran dosa?”

“Wahai ibunda, suatu ketika, lewat di hadapanku sekelompok orang yang sedang mengusung jenazah yang hendak diku­burkan. Mayat itu kukenal, dan ia semasa hidupnya ternyata lebih jahat daripada diri­ku. Kemudian aku ikut mengiringi pemaka­mannya, dan di sana aku sempat menyaksikan makam-makam lainnya. Ketika itulah aku berpikir bahwa laki-laki sial itu sudah pasti ditimpa oleh huru-hara akhirat akibat perbuatan maksiatnya. Secara tidak sadar aku menangis dan membayangkan kalau diriku juga bakal ditimpa peristiwa yang mengerikan yang sama. Pada saat itulah aku menyesali segala kesalahan dan dosa yang telah kuperbuat, dan bertaubat den­gan sebenar-benarnya taubat di hadapan Ilahi. Kemudian, aku membaca Al-Our’an dan shalawat Nabi saw sebanyak sepuluh kali dan membacakan shalawat kesebelas kalinya dimana pahalanya kuhadiahkan kepada ahli kubur yang nahas tersebut, sehingga di situlah Allah swt menunjukkan ke-Maha Pengampunan-Nya. Dia mengam­puni dosa-dosaku Jadi apa yang telah eng­kau lihat, wahai ibunda, itulah nikmat yang telah diberikan Allah swt atasku. Ketahuilah ibunda, bahwa shalawat atas Nabi saw itu menjadi cahaya di dalam kuburku, meng­hapuskan dosa-dosaku dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang hidup maupun yang sudah meninggal," demikianlah jawab sang anak kepada ibundanya sebagaimana di­nukil dari buku Hikayat Spiritual Pencerahan Matahati Nafas Cinta Ilahi".

Tentu saja, kisah-kisah keajaiban shala­wat bukan cuma kisah di atas. Banyak sekali baik dalam riwayat hadits, kitab- kitab klasik ulama salafushalih, dan lain sebagainya yang pernah termaktub dalam sejarah. Atau boleh juga Anda pemah mendengarnya dalam konteks kekinian. Ya, shalawat kepada Nabi Muhammad saw sejatinya bukan sekadar puja-puji kepada Rasulullah saw semata. Banyak faedah dan fadhilah yang bisa direguk selama kita mau merutinkan untuk mengamalkanya.

Kenapa Kita Membaca Shalawat [Men­doakan] Nabi?
Kita semua makum dan bersepakat bahwa junjungan kita, Nabi Muhammad saw, adalah manusia pilihan. Ia, kekasih Allah, sang Nabi yang jauh sebelum Nabi Adam lahir ke dunia, nurnya sudah diciptakan Allah. Dan syahdan, mahar kakek moyang kita, Nabi Adam, kepada istrinya, Siti Hawa, adalah dengan membaca shalawat seban­yak 10 kali. Bukankah sangat istimewa Nabi kita itu? Namanya sudah disebut-sebut dalam perjanjian sakral antara Adam dan Hawa dalam lembaga suci bernama: per­nikahan.

Maka, wajar bila predikat yang me­lekat pada diri Muhammad adalah sosok ma'shum, terpelihara dari dosa, dan tentu saja garansi surga tak terelakkan untuknya. Lalu, pertanyaanya, dengan posisi yang super istimewa itu: kenapa Rasulullah mesti kita kirimi shalawat [doa]-kan? Bukankah sebaliknya, kita yang dosanya begitu ban­yak yang selayaknya didoakan?

Secara logika, tentu saja, tanda tanya itu seringkali menyelinap di benak kita. Untuk menjawab soal ini, pertama, penulis setuju dengan penjelasan KH. Jalaluddin Rakhmat.

Menurutnya, bershalawat sejatinya adalah ekspresi bukti kecintaan kita kepada Rasu­lullah saw. Bukankah salah satu bukti rasa cinta ialah kenikmatan menyebut nama orang yang kita cintai. Saat menyebut atau mendengar nama kekasih kita, hati kita bergedup kencang, bergetar-getar. Ada kenikmatan dan keindahan sendiri dalam mengulang-ulang namanya. Seperti itulah, ekspresi orang-orang yang mencintai Ra­sulullah saw. Berdasarkan uraian tersebut, Kang Jalai, panggilan akrab KH. Jalaluddin Rakhmat, menegaskan bahwa semakin seringnya kita membaca shalawat, kita selalu menghadirkan nama Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Dan kalau orang yang kita cintai itu tahu betapa besar cinta kita kepadanya, maka secara otomatis semakin membuka besarnya peluang kita juga dicintainya, semakin besar kesem­patan Rasulullah melimpahkan syafaatnya untuk kita, semakin besar pula kesediaan Allah mencintai kita, sebagai konsekuensi logis kita mencintai manusia terkasih-Nya.

Kedua, untuk menjawab pertanyaan ini, ada baiknya, kita tengok penjelasan mufassir Indonesia, Prof. M. Quraish Shihab. Sebuah kesimpulan yang tidak bisa dinafi­kan bahwa Nabi Muhammad saw adalah manusia pendidik dan perantara utama bagi pengetahuan dan keimanan orang-orang beriman. Dialah manusia yang paling besar jasanya dibanding manusia-manusia lain­nya; orang tua, guru, kyai, dan lain-lainnya. Sekalipun, jasa mereka katakanlah be­sar menuntun secara spiritual, tetapi apa yang mereka ajarkan itu tidak dapat mereka lakukan tanpa kehadiran Nabi Muhammad saw ke muka bumi. Lebih-lebih apa yang Rasulullah ajarkan itu tidak hanya berman­faat bagi kehidupan duniawi, tapi berfaedah bagi kehidupan akhirat berupa limpahan pahala, surga dan keridhaan Allah swt.

Dari sinilah, lanjut Quraish, sangat dipahami firman Allah: "Katakanlah [Nabi Muhammad saw]: ‘Jika bapak-bapak kamu, anak-anak kamu, saudara-saudara kamu, istri-istri kamu, kaum keluarga kamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." [QS. At-Taubah (9): 24] Juga bisa dimengerti hadits Nabi yang berbunyi. "Tidaklah [sem­purna] iman seseorang hingga aku lebih dicintainya daripada ayahnya dan anaknya, bahkan manusia seluruhnya." [HR. Bukhari dan Muslim]

Dalam hadits lain juga disebutkan. Seb­agaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa sahabat Nabi, Abdullah bin Hisyam ra berkata: "Kami pernah bersama Nabi saw. Ketika itu beliau tengah memegang tangan Umar bm Khaththab ra. Lalu Umar berkata kepada Nabi: 'Wahai Rasul, sungguh aku mencintaimu melebihi cintaku kepada segala seuatu, kecuali jiwaku yang berada dalam diriku.' Nabi saw bersabda: 'Tidak! Demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya [tidak sempurna imanmu] sampai aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.' Umar kemudian berkata [setelah sekian waktu]: 'Sekarang, demi Allah, Engkau lebih kucintai daripada diriku sendiri.' Maka Nabi saw pun bersabda: 'Sekarang, wahai Umar [engkau meraih iman sempurna]."

Lebih dari itu, Imam Fakhrurazi dalam tafsirnya berkata: “Jika ada yang bertanya, ‘Apabila Allah dan malaikat-Nya telah ber-shalawat kepada Rasulullah saw, lalu apa yang beliau butuhkan dari shalawat kita? Jawabannya adalah shalawat yang kita bacakan itu bukan lantaran Rasulullah saw membutuhkannya. Sebab, kalau demikian, tentu Rasulullah saw juga tidak memerlu­kan shalawat para malaikat, karena Allah swt telah bershalawat kepadanya. Maksud dari shalawat yang kita baca adalah untuk menampakkan keagungan dan kemuliaan Nabi Muhammad saw sebagaimana Allah swt mewajibkan kita untuk berzikir kepada-Nya, padahal Dia tidak membutuhkan zikir tersebut. Hal itu, tiada lain, untuk menam­pakkan keagungan Allah dari kita sebagai ungkapan kasih sayang Allah untuk mem­berikan pahala kepada kita.

Ya, dialah Nabi Muhammad saw, suluh pertama hingga kita mengerti mana yang baik dan buruk. Dialah pijar iman pertama yang meniti kita ke jalan-Nya yang lurus. Berkat beliaulah, keindahan iman yang syahdu dan damai mengisi kehidupan batin kita. Dan, karena itulah, kita wajib mensyukurinya. Kita wajib berterima ka­sih kepadanya atas jasa luar biasanya itu. Dan bershalawat adalah bentuk balas budi kita kepadanya. Dari sinilah dapat dipa­hami kenapa akhirnya kita diperintahkan bershalawat oleh Allah swt sebagaimana tertulis dalam ayat 56, surat al-Ahzab di atas; sebuah perintah yang tidak datang atas inisiatif pribadi Nabi saw sendiri, melainkan bersumber dari Allah Azza wa Jalla. Unik dan hebatnya lagi, perintah bershalawat itu akhirnya mendatangkan maslahat bagi diri kita sendiri, jauh se­belum Hari Hisab umat manusia berlang­sung. [pelbagai sumber].
Keistimewaan dan Fadhillah Zikir Asmaul Husna

Keistimewaan dan Fadhillah Zikir Asmaul Husna

Menurut tradisi Islam, seseorang Muslim tidak akan diberi nama menyerupai nama Allah dalam bentuk yang sama-contohnya Al Malik, tetapi boleh dipanggil Malik.

Bagaimanapun nama/sifat Allah boleh digabungkan dengan perkataan “Abdul -” yang bererti hamba (contohnya. – kepada Allah) dan biasa digunakan sebagai nama orang bagi orang Muslim. Sebagai contoh ‘Abdul ar-Rahman (“hamba kepada Tuhan Yang Maha Pengasih”).
FADHILAT ZIKIR ASMAUL HUSNA
Dari Abdullah bin ‘Amr r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sampaikanlah pesanKu biarpun satu ayat…”
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi s.a.w bersabda:”Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, iaitu 100 kurang satu. Siapa yang menghafalnya akan masuk syurga.” dari Sahih Bukhari.
(fadhilat ini dipetik dari tajuk buku Khasiat Asmaul-Husna & Himpunan Ayat-Ayat Al-Quran, susunan : Abu Nur Husnina, keluaran Pustaka Ilmi).


1.     “Ya Allah!” apabila dizikirkan 500 x setiap malam, lebih-lebih lagi selepas solat tahajjud atau solat sunat 2 rakaat mempunyai pengaruh yang besar di dalam mencapai segala yang dihajati.

2.       “Ya Rahman!” apabila dizikirkan sesudah solat 5 waktu sebanyak 500x, maka hati kita akan menjadi terang, tenang & sifat-sifat pelupa & gugup akan hilang dengan izin Allah.

3.       “Ya Rahim!” apabila dizikirkan sebanyak 100 x setiap hari, InsyaAllah kita akan mempunyai daya penarik yang besar sekali hingga  manusia merasa cinta & kasih serta sayang terhadap kita.
4.       “Ya Malik!” apabila dizikirkan sebanyak 121 x setiap pagi atau setelah tergelincirnya matahari, segala perkerjaan yang dilakukan setiap hari akan mendatangkan berkat & kekayaan yang diredhai Allah.
5.       “Ya Quddus!” apabila dizikirkan sebanyak 100 x setiap pagi setelah tergelincir matahari, maka hati kita akan terjaga dari semua penyakit hati seperti sombong, iri hari, dengki dll.
6.       “Ya Salam!” apabila dizikirkan sebanyak 136 x, InsyaAllah jasmani & rohani kita akan terhindar dari segala penyakit sehingga badan  menjadi segar sihat & sejahtera.
7.      “Ya Mukmin!” apabila dizikirkan sebanyak 236 x, InsyaAllah diri kita, keluarga & segala kekayaan yang dimiliki akan terpelihara & aman dari segala macam gangguan yang merosakkan.
8.       “Ya Muhaimin!” apabila dizikirkan sebanyak 145 x sesudah solat fardhu Isyak, Insyaallah fikiran & hati kita akan menjadi terang & bersih.
9.      “Ya ‘Aziz!” apabila dizikirkan sebanyak 40 x sesudah solat subuh, InsyaAllah, kita akan menjadi orang yang mulia, disegani orang kerana penuh kewibawaan.
10.    ”Ya Jabbar!” apabila dizikirkan sebanyak 226 x pagi & petang, semua musuh akan menjadi tunduk & patuh dengan izin Allah.
11.     “Ya Mutakabbir!” apabila dizikirkan sebanyak 662 x, maka dengan kebijaksanaan bertindak, kita akan dapat menundukkan semua musuh, bahkan mereka akan menjadi pembantu yg setia.
12.    ”Ya Khaliq!” dibaca mengikut kemampuan atau sebanyak 731x, InsyaAllah yang ingin otak cerdas, cepat menerima sesuatu pelajaran , amalan ini akan memberikan otak kita cerdas dan cepat tangkap (faham).
13.     ”Ya Baarii’!” sekiranya kita berada didalam kesukaran atau sedang sakit, dibaca sebanyak 100 x selama 7 hari berturut-turut, InsyaAllah kita akan terlepas dari kesukaran & sembuh dari penyakit tersebut.
14.     ”Ya Musawwir!” sekiranya seorang isteri yang sudah lama belum mempunyai anak, maka cobalah ikhtiar ini dengan berpuasa selama 7 hari dari hari Ahad hingga Sabtu. Di waktu hendak berbuka puasa, ambil segelas air & dibacakan “Ya Musawwir” sebanyak 21 x, kemudian diminum air tersebut untuk berbuka puasa. Bagi sang suami, hendaklah berbuat perkara yang sama tetapi hanya dengan berpuasa selama 3 hari. Kemudian pada waktu hendak berjimak, bacalah zikir ini sebanyak 10 x, InsyaAllah akan dikurniakan anak yang soleh.
15.     ”Ya Ghaffaar!” sambil beri’tikaf (diam dalam masjid dalam keadaan suci) bacalah zikir ini sebanyak 100 x sambil menunggu masuknya waktu solat Jumaat, InsyaAllah akan diampunkan dosa-dosa kita.
16.     ”Ya Qahhaar!” dizikir menurut kemampuan atau sebanyak 306 x, maka hati kita akan dijaga dari ketamakkan & kemewahan dunia & InsyaAllah orang-orang yang selalu memusuhi kita akan sedar & tunduk akhirnya.
17.     “Ya Wahhaab!” dizikir sebanyak 100 x sesudah solat fardhu, barang siapa yang selalu didalam kesempitan, Insya Allah segala kesulitan atau kesempitan dalam soal apa pun akan hilang.
18.     “Ya Razzaq!” dizikir mengikut kemampuan sesudah solat fardhu khususnya solat subuh, Insya Allah akan dipermudahkan rezeki yang halal & membawa berkat. Rezeki akan datang tanpa diduga!! tetapi perlulah dilakukan dengan ikhtiar yang zahir.
19.     “Ya Fattah!” dizikir sebanyak 71 x sesudah selesai solat subuh, InsyAllah hati kita akan dibuka oleh Allah, sehingga mudah menerima nasihat agama.
20.     “Ya ‘Aalim!” dizikir sebanyak 100 x setiap kali selesai solat Maktubah, Insya Allah akan mendapat kemakrifatan yang sempurna.
21.     “Ya Qaabidhu!” dizikirkan 100 x setiap hari, maka dirinya akan semakin dekat dengan Allah & terlepas dari segala bentuk ancaman.
22.     “Ya Baasithu!” Bagi mereka yg berniaga atau mempunyai usaha2 lain, kuatkanlah usaha & berniaga itu dengan memperbanyakkan membaca zikir ini setiap hari, InsyaAllah rezeki akan menjadi murah.
23.     “Ya Khaa’fidh!” dizikirkan sebanyak 500 x setiap hari, dalam keadaan suci, khusyuk & tawaduk, InsyaAllah segala maksud akan ditunaikan Allah. Juga apabila mempunyai musuh, musuh itu akan jatuh martabatnya.
24.     “Ya Raafi!” dizikirkan setiap hari, baik siang atau malam sebanyak 70 x, InsyaAllah keselamatan harta benda di rumah, di kedai atau  di tempat-tempat lain akan selamat & terhindar dari kecurian.
25.     “Ya Mu’izz!” dizikirkan sebanyak 140 x setiap hari, Insya Allah akan memperolehi kewibawaan yang besar terutama ketua-ketua jabatan atau perniagaan.
26.     “Ya Muzill!” Perbanyakkanlah zikir ini setiap hari, sekiranya ada orang berhutang kepada kita & sukar untuk memintanya, InsyaAllah si penghutang akan sedar & membayar hutangnya kembali.
27.     “Ya Samii’!” Sekiranya inginkan doa kita makbul & pendengaran telinga kita tajam, biasakanlah zikir ini setiap hari menurut kemampuan, lebih-lebih lagi sesudah solah Dhuha, InsyaAllah doa akan mustajab.
28.     “Ya Bashiir!” Dizikirkan sebanyak 100 x sebelum solat Jumaat, InsyaAllah akan menjadikan kita terang hati, cerdas otak & selalu diberikan taufik & hidayah dari Allah.
29.     “Ya Hakam!” dizikirkan sebanyak 68 x pada tengah malam dalam keadaan suci, InsyaAllah dapat membuka hati seseorang itu mudah menerima ilmu-ilmu agama & membantu kecepatan mempelajari ilmu-ilmu agama.
30.     “Ya Adllu!” dizikirkan sebanyak 104 x setiap hari sesudah selesai solat 5 waktu, InsyaAllah diri kita selalu dapat berlaku adil.
31.     “Ya Lathiif!” Dengan memperbanyakkan zikir ini mengikut kemampuan, InsyaAllah bagi para peniaga, ikhtiar ini akan menjadikan barangan jualannya menjadi laris & maju.
32.     “Ya Khabiir!” Dengan memperbanyakkan zikir ini setiap hari, terkandung faedah yang teramat banyak sekali sesuai dengan maksud zikir ini antara lain faedahnya ialah dapat bertemu dengan teman atau anak yang telah terpisah sekian lama.
33.     “Ya Haliim!”  Dizikirkan sebanyak 88 x selepas solat lima waktu, bagi mereka yang mempunyai kedudukan di dalam pemerintahan, syarikat atau apa saja, InsyaAllah dipastikan kedudukannya tidak akan dicabar  atau diungkit-ungkit atau tergugat.
34.     “Ya ‘Aziim!” dizikirkan sebanyak 12 x setiap hari untuk orang yang sekian lama menderitai sakit, InsyaAllah akan sembuh. Juga apabila dibaca 12 x kemudian ditiupkan pada tangan lalu diusap-usap pada seluruh badan, maka dengan izin Allah akan terhindar dari gangguan jin, jin syaitan & sebagainya.
35.     “Ya Ghafuur!” bagi orang yang bertaubat, hendaklah memperbanyakkan zikir ini dengan mengakui dosa-dosa & beriktikad untuk tidak mengulanginya, InsyaAllah akan diterima taubatnya oleh Allah.
36.     “Ya Syakuur!” dizikirkan sebanyak 40 x sehabis solat hajat, sebagai pengucapan terima kasih kepada Allah, InsyaAllah semua hajat kita akan dimakbulkan Allah. Lakukanlah setiap kali kita mempunyai hajat yang penting & terdesak.
37.     “Ya ‘Aliy!” Untuk mencerdaskan otak anak kita yang bebal, tulislah zikir ini sebanyak 110 x (** di dalam bahasa Arab bukan Bahasa Malaysia!!) lalu direndam pada air yang dingin & diberikan si anak meminumnya, InsyaAllah lama kelamaan otak si anak itu akan berubah cemerlang & tidak dungu lagi. InsyaAllah mujarab.
38.     “Ya Kabiir!” Bagi seseorang yang kedudukannya telah dirampas atau dilucut gara-gara sesuatu fitnah, maka bacalah zikir ini sebanyak 1,000 x selama 7 hari berturut-turut dalam keadaan suci sebagai pengaduan kepada Allah. Lakukanlah sesudah solat malam (tahajud atau hajat).
39.     “Ya Hafiiz!” dizikir sebanyak 99 x, InsyaAllah diri kita akan terlindung dari gangguan binatang buas terutamanya apabila kita berada di dalam hutan.
40.     “Ya Muqiit!” Sekiranya kita berada di dalam kelaparan seperti ketika sesat di dalam hutan atau di mana sahaja sehingga sukar untuk mendapatkan bekalan makanan, maka perbanyakkan zikir ini. InsyaAllah badan kita akan menjadi kuat & segar kerana rasa lapar akan hilang.
41.     “Ya Hasiib!” Untuk memperteguhkan kedudukan yang telah kita jawat, amalkan zikir ini sebanyak 777 x sebelum matahari terbit & selepas solat Maghrib, InsyaAllah akan meneguhkan kedudukan kita tanpa sebarang gangguan.
42.     “Ya Jaliil!” Barangsiapa mengamalkan zikir ini pada sepertiga malam yang terakhir, InsyaAllah kita  akan mendapati perubahaan yang mengkagumkan -  perniagaan akan bertambah maju. Andai seorang pegawai, maka tanpa disedari kedudukan kita akan lebih tinggi dan terhormat & begitulah seterusnya dengan izin Allah.
43.     “Ya Kariim!” Untuk mencapai darjat yang tinggi & mulia di dunia mahupun di akhirat kelak, maka amalkan zikir ini sebanyak 280 x ketika hendak  masuk tidur. Nescaya Allah akan mengangkat darjat mereka yang mengamalkan zikir ini.
44.     “Ya Raqiib!” Bagi meminta pertolongan kepada Allah terhadap penjagaan barang yang dikhuatirkan, maka zikirkan sebanyak 50 x setiap hari dengan niat agar barang-barang yang dikhuatirkan yang berada di tempat yang jauh & sukar dijaga terhindar dari sebarang kecurian mahupun gangguan lainnya. Bertawakkal & yakinlah kepada Allah. InsyaAllah….
45.     “Ya Mujiib!” Sesungguhnya Allah adalah Zat yang menerima doa hambaNya & agar doa kita mustajab & selalu diterima Allah, hendaklah mengamalkan zikir ini sebanyak 55 x sesudah solat subuh. Insyaallah Tuhan akan mengabulkan doa kita.
46.     “Ya Waasi!” Apabila di dalam kesulitan maka amalkan zikir ini sebanyak 128 x setiap pagi & petang, InsyaAllah segala kesulitan akan hilang berkat pertolongan Allah. Andai zikir ini sentiasa diamalkan, InsyaAllah Tuhan akan menjaga kita dari hasad dengki sesama makhluk.
47.     “Ya Hakiim!” Bagi pelajar atau sesiapa sahaja yang memperbanyakkan zikir ini setiap hari, InsyaAllah akalnya akan menjadi cerdas & lancar didalam menghafal & mengikuti pelajaran. Amalkanlah sekurang-kurangnya 300x setiap hari.
48.     “Ya Waduud!” Amalkan zikir ini sebanyak 11,000 x pada setiap malam. InsyaAllah kita akan menjadi insan yang sentiasa bernasib baik, disayangi & rumahtangga kita akan sentiasa berada didalam keadaan harmoni.
49.     “Ya Majiid!” Untuk ketenteraman keluarga di mana setiap anggota keluarga sentiasa menyayangi & menghormati & khasnya kita sebagai ketua keluarga, maka amalkan zikir ini sebanyak 99 x, sesudah itu hembuskan kedua belah tapak tangan & usap ke seluruh muka. InsyaAllah semua anggota keluarga kita akan menyayangi & menghormati kita sebagai ketua keluarga.
50.     “Ya Baa’its!” Zikirkan sebanyak 100 x dengan meletakkan kedua tangan ke dada, InsyaAllah akan memberi kelapangan dada dengan ilmu & hikmah.
51.     “Ya Syahiid!” Apabila ada di kalangan anggota keluarga kita yang suka membangkang dan sebagainya, maka zikirkan sebanyak 319 x secara berterusan setiap malam sehingga si pembangkang akan sedar & berubah perangainya.
52.     “Ya Haq”! Perbanyakkan zikir ini, InsyaAllah ianya sangat berfaedah sekali untuk menebalkan iman & taat di dalam menjalankan perintah Allah.
53.     “Ya Wakiil” Sekiranya terjadi hujan yang disertai ribut yang kuat, atau terjadi gempa, maka ketika itu perbanyakkan zikir ini, InsyaAllah bencana tersebut akan menjadi reda & kembali seperti sediakala.
54.     “Ya Qawiy!” Amalkan zikir ini sebanyak mungkin agar kita tidak gentar apabila berdepan dengan sebarang keadaan mahupun berdepan dengan si zalim.
55.     “Ya Matiin!” Amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin kerana ianya mempunyai fadhilat yang besar sekali, antaranya untuk mengembalikan kekuatan sehingga musuh merasa gentar untuk mengganggu.
56.     “Ya Waliy!” Barangsiapa yang menjawat sebarang jawatan atau kedudukan, maka amatlah elok sekali mengamalkan zikir ini sebanyak mungkin kerana dengan izinNya,kedudukan kita akan kukuh & terhindar dari sebarang gangguan oleh orang-orang yang bersifat dengki.
57.     “Ya Hamiid!” Perbanyakkan zikir ini sebagai pengakuan bahawa hanya Allah sahaja yang paling berhak menerima segala pujian.
58.     “Ya  Muhshiy!” Sekiranya kita inginkan diri kita digolongkan didalam pertolongan yang selalu dekat dengan Allah (muraqabah), maka amalkan zikir ini sebanyak mungkin sesudah solat 5 waktu.
59.     “Ya Mubdiu!” Agar segala apa yang kita rancangkan akan berhasil, maka zikirkan sebanyak 470 x setiap hari. InsyaAllah….
60.     “Ya Mu’id!” Andai ada anggota keluarga yang menghilangkan diri dan sebagainya, amalkan zikir ini sebanyak 124 x setiap hari sesudah solat. InsyaAllah dipertunjukkan akan hasilnya.
61.     “Ya Muhyiy!” amalkan zikir ini sebanyak 58 x setiap hari, InsyaAllah kita akan diberikan kemuliaan darjat dunia & akhirat kelak.
62.     “Ya Mumiit!” Barangsiapa memperbanyakkan zikir ini, InsyaAllah akan dipermudahkan didalam perniagaan, berpolitik dan sebagainya.
63.     “Ya Hayyu!” Untuk mencapai kekuatan mental/batiniah didalam menjalani kehidupan, perbanyakkanlah zikir ini.
64.     “Ya Qayyuum!” Telah berkata Imam Ghazali bahawa barangsiapa yang ingin memperolehi harta yang banyak lagi berkat, ingin dikasihi oleh setiap  manusia, ingin berwibawa, ditakuti musuh & ingin menjadi insan yang terhormat, maka berzikirlah dgn “Ya Hayyu Ya Qayyuum…” sebanyak 1,000 x setiap malam atau siang hari. Hendaklah melakukannya secara berterusan, Insya Allah akan tercapai segala hajat.
65.     “Ya Waajid!” Andai berkeinginan keperibadian yang kukuh, tidak mudah terpengaruh & teguh pendirian, maka perbanyakkan zikir ini.
66.     “Ya Maajid!” Demi kecerdasan otak dan agar dipermudahkan hati untuk menerima pelajaran, maka hendaklah pelajar tersebut memperbanyakkan zikir ini setiap hari.
67.     “Ya Waahid!” Bagi pasangan yang belum mempunyai cahayamata & tersangat ingin untuk menimangnya, amalkanlah zikir ini sebanyak 190 x setiap kali selesai menunaikan solat 5 waktu selama satu bulan & selama itu juga hendaklah berpuasa sunat Isnin & Khamis, Insya Allah…
68.     “Ya Somad! Ketika dalam kelaparan akibat sesat atau kesempitan hidup, maka pohonlah kepada Allah dengan zikir ini sebanyak mungkin. InsyaAllah, diri akan berasa segar & sentiasa.
69.     “Ya Qaadir!” Apabila kita berhajatkan sesuatu namun ianya selalu gagal, maka amalkan zikir ini sebanyak 305 x setiap hari, Insya Allah segala hajat akan berhasil.
70.     “Ya Muqtadir!” Agar tercapai tujuan yang dikehendaki, selain dari berikhtiar secara lahariah, maka berzikirlah dengan zikir ini seberapa mampu sehingga ikhtiar kita itu berhasil kerana zikir ini akan mempercepatkan keberhasilan hajat kita.
71.     “Ya Muqaddim!” Menurut Imam Ahmad bin Ali Al-Buuniy, beliau berkata “Barangsiapa yang berzikir dengan zikir ini sebanyak 184 x setiap hari, InsyaAllah, nescaya segala usahanya akan berhasil”.
72.     “Ya Muahkhir”! Bagi meninggikan lagi ketaatan kita kepada Allah, perbanyakkanlah zikir ini.
73.     “Ya Awwal!!” Barangsiapa yang mengamalkan zikir ini sebanyak 37 x setiap hari, InsyaAllah segala apa yang dihajati akan diperkenankan Allah.
74.     “Ya Aakhir!” Amalkan berzikir sebanyak 200 x sesudah solat 5 waktu selama satu bulan, InsyaAllah Tuhan akan membuka pintu rezeki yang halal.
75.     “Ya Dhaahir!” Amalkanlah zikir ini sebanyak 1,106 x selesai solat waktu di tempat yang sunyi (khalwat), nescaya Allah akan membuka hijab padanya dari segala rahsia yang pelik & sukar serta diberi kefahaman ilmu.
76.     “Ya Baathinu!” Seperti no. 75 jugak, tetapi amalkan sebanyak 30 x sesudah solat fardhu.
77.     “Ya Waaliy!” Memperbanyakkan zikir ini setiap pagi & petang boleh menyebabkan seseorang itu menjadi orang yang ma’rifat, iaitu hatinya dibuka oleh Allah. Difahamkan para wali Allah selalu memperbanyakkan zikir ini
78.     “Ya  Muta’aAliy!” Sekiranya kita akan berjumpa dengan mereka yang berkedudukan tinggi atau mereka  yang sukar untuk ditemui, maka bacalah zikir ini sebanyak mungkin sewaktu mengadap. InsyaAllah dengan mudah kita akan berjumpa dengannya & segala hajat yang penting-penting akan berhasil.
79.     “Ya Bar!” Amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin setiap hari, InsyaAllah segala apa yang kita hajati akan terlaksana dengan mudah.
80.     “Ya Tawwaab!” Bagi orang yang selalu membuat dosa & ingin bertaubat maka hendaklah memperbanyakkan zikir ini supaya dengan mudah diberikan petunjuk kembali ke jalan yang lurus.
81.     “Ya Muntaqim!” Jika kita berhadapan dengan orang yang zalim, supaya dia tidak melakukan kezalimannya terhadap kita, maka hendaklah kita  memperbanyakkan zikir ini setiap kali sesudah solat fardhu. Insyaallah, kita akan mendapat pertolongan Allah.
82.     “Ya ‘Afuww!” Barangsiapa memperbanyakkan zikir ini, nescaya dia akan diampuni segala dosanya oleh Allah.
83.     “Ya Rauuf!” Bagi sesiapa yang inginkan dirinya disenangi oleh teman atau sesiapa sahaja yang memandangnya, amalkan zikir ini seberapa mampu samada pada waktu siang mahupun malam.
84.     “Ya Maalikul Mulki!” Seseorang pengarah atau ketua yang ingin kedudukan yang kekal & tetap tanpa diganggu gugat, hendaklah selalu mengamalkan zikir ini sebanyak 212 x sesudah solat fardhu & 212 pada setiap malam selama sebulan. InsyaAllah akan mendapat pertolongan Allah.
85.     “Ya Zul Jalaali wal Ikraam!” Amalkanlah zikir ini sebanyak 65 x setiap hari selama sebulan, InsyaAllah segala hajat kita akan tercapai dengan pertolongan Allah.
86.     “Ya Muqsith!” Berzikirlah dengan zikir ini mengikut kemampuan,  InsyaAllah Tuhan akan menganugerahkan sifat adil kepada mereka yang mengamalkannya.
87.     “Ya Jaami’!” Sekiranya ada dikalangan keluarga kita atau isteri kita yang lari dari rumah, maka amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin pada setiap hari dengan niat semoga Allah menyedarkan orang tersebut. Dengan izin Allah orang yang lari itu akan pulang dalam jangka waktu yang singkat.
88.     “Ya Ghaniy!” Amalkanlah zikir ini pada setiap hari sebanyak mungkin, InsyaAllah apa yang kita usahakan akan cepat berhasil & kekayaan yang kita perolehi itu akan mendapat berkat.
89.     “Ya Mughniy!” Mintalah kekayaan yang bermanfaat untuk kehidupan dunia & akhirat kepada Allah dengan memperbanyakkan zikir ini, InsyaAllah segala hajat kita akan tercapai.
90.     “Ya Maani’!” Andai kita selalu mengamalkan zikir ini sebanyak 161 x pada waktu menjelang solat subuh setiap hari, InsyaAllah kita akan terhindar dari orang-orang yang zalim & suka membuat angkara.
91.     “Ya Dhaarr!” Asma ini sangat berguna didalam ikhtiar kita untuk menyembuhkan sesuatu penyakit yang mana sudah lama dihidapi & telah puas dihidapi & telah puas diubati. Amalkanlah zikir ini sebanyak 1001 x pada setiap hari, InsyaAllah dengan ikhtiar ini penyakit itu akan cepat sembuh.
92.     “Ya Naafi’ “! Menurut Imam Ahmad Al-Buuniy, barangsiapa mengamalkan zikir ini setiap hari, maka bagi orang yang sakit, sakitnya akan sembuh, & bagi orang yang susah akan dihilangkan kesusahannya dengan izin Allah.
93.     “Ya Nuur!” Menurut Sheikh Ahmad bin Muhammad As Shawi, barangsiapa yang menghendaki kemuliaan yang agung & memperolehi apa yang dimaksudkan baik kebaikan dunia mahupun kebaikan di akhirat kelak, maka hendaklah selalu berzikir dengan zikir ini setiap pagi & petang.
94.     “Ya Haadiy!” Bagi sesiapa yang dalam perjalanan ke suatu tempat tertentu, kemudian ia tersesat, hendaklah ia memohon petunjuk Allah dengan memperbanyakkan zikir ini, Insya  Allah akan diberikan pertolongan Allah akan cepat lepas dari kesesatan tersebut.
95.     “Ya Baadii!” Andai kita mempunyai rancangan yang sangat penting & bagi memastikan rancangan kita itu berjaya & berjalan lancar, maka berzikirlah dengan zikir ini sebanyak 500 x selepas solat fardhu. InsyaAllah Tuhan akan memberikan pertolongan hingga rancangan kita berjaya & berjalan lancar.
96.     “Ya Baaqy!” Amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin tanpa mengira batas waktu, InsyaAllah dengan ikhtiar ini semua perkerjaan yang telah menjadi punca rezeki tidak akan mudah terlepas, perniagaan tidak akan rugi atau bankrap dengan berkat zikir ini.
97.     “Ya Waarits!” Sekiranya kita berzikir sebanyak 500 x selepas solat fardhu atau sebagainya, supaya segala urusan kita itu berjalan lancar, maka hendaklah pada setiap malam berzikir dengan zikir ini sebanyak 707 x. InsyaAllah berkat zikir ini Allah akan memberi petunjuk sehingga usaha kita akan berhasil dengan baik & memberangsangkan.
98.     “Ya Rasyiid!” Walaupun kita tergolong didalam golongan yang cerdas otak, namun biasakanlah zikir ini sebanyak mungkin,  nescaya otak kita akan menjadi bertambah cerdas.
99.     “Ya Shabuur!” Agar kita diberi kesabaran oleh Allah dalam segala hal, maka perbanyakkanlah zikir ini menurut kemampuan. Dengan sifat sabar & penuh pengharapan kepada Allah, maka segala usaha & upaya akan mencapai kejayaan.
Copyright © Mendalami. Template by: Petunjuk Onlene